Home KESEHATAN Masalah Ketika Menyusui yang Mungkin Terjadi

Masalah Ketika Menyusui yang Mungkin Terjadi

45
0

Meskipun semua Ibu dapat menyusui anak-anak mereka, namun bukan berarti menyusui bukan tanpa hambatan. Apalagi bagi ibu yang baru pertama kali menyusui, tentunya membutuhkan adaptasi yang tidak mudah. Seringkali kita dengar ada saja masalah ketika menyusui bayi. Untuk meminimalisir seputar masalah ketika menyusui, ibuhamil.info kali ini akan membahas tentang masalah – masalah seputar menyusui yang bisa terjadi pada ibu maupun dedek bayi.

Berikut ini beberapa masalah ketika menyusui yang sering terjadi:

1. Nyeri puting payudara

Kondisi ini terjadi ketika ibu menyusui bayi dengan posisi menyusui yang salah, sehingga cara bayi menghisap membuat luka dan rasa nyeri pada puting. Jika hal ini dialami oleh ibu, disarankan untuk tidak berhenti menyusui. Ibu dapat melakukan langkah berikut untuk meringankan rasa nyeri tersebut
memperhatikan posisi menyusui terutama pada isapan bayimengolesi ASI pada puting susu setiap kali usai menyusui, karena ASI membantu menyembuhkan luka tersebut.mengenakan BH yang nyamantidak membersihkan puting dengan sabun atau alcohol karena akan menambah iritasimemvariasikan posisi menyusuilakukan dengan perlahan ketika melepaskan puting dari mulut bayijika terasa sangat nyeri, ibu dapat ganti menyusui langsung dengan memompa ASI yang baru kemudian diberikan kepada bayi dengan.

2. Aliran ASI terhambat

Tanda yang bisa dilihat ketika aliran ASI terhambat terjadi adalah adanya pembengkakan di sekitar ketiak dan ditemukannya titik-titik putih di area puting. Jika kondisi ini terus dibiarkan maka dapat menyebabkan pembengkakkan payudara. Untuk mengatasinya, ibu dapat mengompres dengan air hangat sembari memberi pijatan dari arah payudara menuju puting.

3. Payudara bengkak

Kondisi ini akibat dari aliran ASI yang terhambat. Selain itu, pembengkakan pada payudara juga terjadi karena produksi ASI yang lebih banyak. Pembengkakan ini membuat payudara terasa agak nyeri dan terasa kencang. Ibu dapat mengompresnya dengan air hangat dan memijatnya dengan minyak bayi dengan arah memutar dari pangkal payudara kearah puting. Ibu juga dapat mengeluarkan ASI dengan memompanya lebih sering.

4. Mastitis

Mastitis merupakan infeksi lanjutan dari pembengkakan payudara. Penyebab awalnya adalah dari aliran ASI yang terhambat, payudara yang membengkak, dan bayi yang kurang sering menyusu. Gejalanya ditandai dengan pembengkakan pada payudara yang disertai dengan rasa nyeri dan panas, kadang dibarengi dengan kelelahan dan demam.

5. ASI kurang

Secara fisiologi, ibu hamil dan melahirkan dapat memproduksi ASI, karena ASI diproduksi secara alami untuk kebutuhan bayi. Namun tidak jarang ibu yang tidak menyusui bayinya setelah satu atau dua bulan setelah melahirkan karena alasan ASI yang tidak keluar. Banyak hal yang menyebabkan ASI tidak keluar, seperti misalnya pilihan KB yang salah, diet, ibu kurang istirahat, stress, merokok, atau karena mencampur ASI dengan susu formula.

6. Melahirkan caesar

Banyak ibu yang beranggapan bahwa ibu yang melahirkan dengan operasi Caesar tidak dapat menyusui. Padahal ini pendapat yang kurang tepat. Ibu yang melahirkan baik itu normal maupun Caesar dapat menyusui bayinya. Bahkan satu jam setelah persalinan ibu dapat melakukannya.

7. Bayi bingung puting

Bayi mengalami bingung puting bisa terjadi ketika baru pertama kali menyusui dan bayi yang diberi susu menggunakan dot. Bayi yang terbiasa menggunakan dot akan mengalami bingung puting karena mekanisme menyusu dari dot dan langsung payudara ibu berbeda. Ketika menyusu pada payudara, semua bagian mulut bekerja, mulai dari otot-otot di gusi, pipi, langit-langit, hingga lidah bekerja sama mengisap puting. Sedangkan menyusu dari dot, bayi sudah dapat meminum susu tanpa banyak usaha. Karena itu, disarankan untuk tidak mengenalkan dot pada bayi hingga ia berumur 4-6 bulan.

Demikian bunda beberapa masalah ketika menyusui yang bisa terjadi saat masa menyusui. Semoga menambah wawasan dan bermanfaat untuk bunda semua.