Home TRAVELING Ketahui Atraksi dan Acara di Festival Danau Toba, Yuk !

Ketahui Atraksi dan Acara di Festival Danau Toba, Yuk !

59
0

Ketahui Atraksi dan Acara di Festival Danau Toba, Yuk !

Danau Toba memiliki gelaran festival yang dilaksanakan setiap tahunnya. Agenda ini bertajuk Festival Danau Toba (FDT). Bukan hanya menampilkan keindahan alam Danau Toba, namun juga memberikan suguhan akan budaya yang ada.

Pada mulanya festival ini diberi nama Pesta Danau Toba pada tahun 2013 yang dimaksudkan sebagai wujud rasa syukur akan peran Danau Toba yang banyak membantu warga Batak. Awalnya hanya acara sedekah bumi saja, hingga semakin banyak wisatawan yang datang untuk berkunjung.

Ragam Acara Festival Danau Toba

Seperti layaknya sebuah festival, para pengunjung bisa melihat secara langsung aneka atraksi budaya yang disajikan. Beberapa atraksi ini bahkan jarang ditemukan pada hari-hari biasa. Sungguh pengalaman yang menyenangkan bisa datang langsung ke danau Toba

1. Musik Batak Toba

    FDT digelar di beberapa tempat, salah satunya adalah di Samosir. Disini Kamu bisa melihat ragam alat musik tradisional yang menjadi ciri khas Batak. Contohnya adalah suling bambu hingga Taganing, seperti gendang buatan warga lokal.

    Kenapa alat musik tersebut menarik? Taganing ini memiliki sejarah khusus yang menjadi legenda dari alat musik Batak. Jika Kamu tahu bahwa gendang adalah suatu alat musik yang digunakan sebagai pengiring melodi, namun di Batak ini gendang justru sebagai pembawa melodi.

    Taganing ini menjadi sangat istimewa karena hanya ada tiga jenis di dunia. Selain di Batak, alat musik ini bisa Kamu jumpai di Uganda dan Myanmar. Khusus untuk Taganing di Batak, dipelihara oleh lima sub etnis, yaitu Simalungun, Toba, Dairi, Mandailing, serta Karo.

2. Solu Bolon

    Atraksi pada Festival Danau Toba ini semacam perlombaan perahu naga. Jika perahu naga adalah budaya Cina, maka di Batak ini disebut Solu Bolon. Perlombaan mendayung ini diikuti oleh beberapa tim yang akan beradu cepat di wilayah perairan Tuktuk.

    Atraksi ini cukup seru, apalagi ketika semua perahu telah mulai berlaga. Banyak kejadian yang memaksa para penonton untuk berteriak, bahkan ketika bodi antar perahu saling berbenturan. Pertunjukan ini berlangsung selama 3 hari dan menjadi daya tarik wisatawan di Danau Toba.

3. Sigale-gale Khas Danau Toba

    Adakah yang tahu apa itu sigale-gale? Betul, sigale-gale adalah sebuah boneka kayu khas dari Batak. Mungkin jika Kamu pernah berkunjung ke Pulau Samosir sudah pernah melihat boneka ini. Namun pernahkan Kamu pawai sigale-gale.

    Di acara FDT bisa disaksikan secara langsung pawai boneka sigale-gale dalam bentuk karnaval. Pawai ini melibatkan berbagai elemen yang menjadi simbol 4 suku di Batak. Barisan pada gundala ini cukup mencolok karena berada di barisan depan, sekaligus menjadi spot foto yang unik.

4. Tari Tor Tor Sawan

    Tari tradisional ini cukup populer bukan hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri. Biasanya tarian akan diiringi oleh musik Magondangi. Musik ini dipercaya memiliki hubungan dengan roh pada beberapa ritual yang dilakukan.

    Peragaan tari ini memiliki tujuan untuk mengusir roh jahat dan membersihkan manusia dari kumpulan dosa yang ada padanya. Hal yang membuat unik pada festival kali ini adalah, tari Tor Tor ini akan diperagakan oleh 500 penari.

5. Atraksi Ulos

    Ulos adalah kain tradisional yang menjadi ciri khas Batak. Sayangnya keberadaan kain ini semakin langka, bahkan bisa dikatakan hampir punah. Salah satu penyebab langkanya kain ini adalah mahalnya harga benang sebagai bahan baku kain Ulos.

    Harga jual di pasar yang terlalu mahal, membuat kain Ulos menjadi sepi peminat. Jika dulu banyak sekali desa kampung-kampung penghasil Ulos yang bersinar, saat ini mulai redup dan sepi. Hal inilah yang menjadi konsen dinas terkait agar Ulos tetap lestari.

    Adanya festival ini diharapkan kain Ulos akan kembali diminati pasar atau ada pihak-pihak yang tertarik untuk melestarikannya. pada FDT juga diadakan workshop tentang pembuatan kain Ulos, harapannya semangat untuk membuat kain ini akan bangkit kembali.

Meskipun event Festival Danau Toba ini diselenggarakan setiap tahun, namun pada tahun 2019 mulai sepi, bahkan tahun 2020 ini ada rumor ditiadakan. Selain karena pandemi juga kurangnya varian kegiatan yang dipertunjukkan. Kedepannya diharapkan semua pihak terkait dapat mengembalikan semarak FDT.